Rabu, 03 April 2013

UJI KANDUNGAN KIMIAWI URIN


Laporan Praktikum Biologi
Uji Kandungan Kimiawi Urinwulan_kh















Disusun Oleh   :          
  1. A’ani Iqbal F.  (01)
  2. Diana Lestari   (09)
  3. Nadhila Ayu D.           (21)
  4. Rexy Lintar      (26)
  5. Wulan Khoirul R.(34)


SMA NEGERI 11 SEMARANG
TAHUN 2013

Judul               : UJI KANDUNGAN KIMIAWI URIN
Tujuan             : Mengetahui kandungan ammonia, pH, klorida, glukosa dan protein dalam urin.
Dasar Teori      :
Fungsi Ginjal :
Ø  Mengekskresikan zat-zat sisa metabolism yang mengandung nitrogen seperti urea, keratin, ammonia, dan asam urat dari dalam darah.
Ø  Mengekskresikan kelebihan air, garam, hormone, obat-obatan dan vitamin
Ø  Memwlihara tekanan osmosid dan pH cairan tubuh.
Proses pembentukan urin
Proses
Tempat
Bahan
Hasil
Masuk ke :
Filtrasi
Glomerulus
Darah
Urin primer
Tubulus Kontortus Proksimal
Reabsorbsi
Tubulus Kontortus Proksimal
Urin primer
Urin sekunder
Tubulus kontortus distal
Augmentasi
Tubulus Kontortus distal
Urin sekunder
Urin jadi
Tubulus Kolektivus

Alat dan Bahan:
a.       Tabung reaksi 5 buah
b.      Pipet tetes
c.       . Pembakar spiritus
d.      Rak tabung reaksi
e.       Penjepit tabung reaksi
f.       Korek api
g.      Kertas indicator pH universal
h.      Gelas ukur 100 cc
i.        Larutan Biuret ( CuSO4-1% dan larutan NaOh-1%)
j.      Larutan Benedict (Fahling A dan Fahling B )
k.     Larutan AgNO3-5%
l.       Urin


Langkah Kerja :
Kegiatan 1 : Mengukur pH urin
1.      Masukkan kertas indicator pH universal ke dalam urin
2.      Amati perubagan warnanya
3.      Cocokkan warnanya dengan standar pH
4.      Catatlah berapa pH-nya
5.      Apabila besar pH urin 7 maka urin netral, jika urin kurang dari 7 maka urin bersifat asam dan apabila urin diatas 7 maka urin bersifat basa
Kegiatan 2 : Mengetahui bau ammonia dalam urin
1.        Masukkan 2 ml urin ke dalam tabung reaksi
2.        Jepitlah dengan penjepit tabung reaksi, panaskan dengan pembakar spiritus
3.        Apabila berbau menyengat menandakan terdapat amonik
Kegiatan 3 : Mengetahui kandungan klorida dalam urin
1.        Masukkan 2 ml urin ke dalam tabung reaksi
2.        Tambahkan 5 tetes larutan AgNO3-5%
3.        Apabila mengandung klorida, maka terdapat endapan berwarna putih atau keruh
Kegiatan 4 : Uji Glukosa
1.        Isilah tabung reaksi dengan 2 ml urin
2.        Tambahkan 5 tetes larutan Benedict (Fahling A dan Fahling B )
3.        Jepitlah dengan penjepit tabung reaksi, panaskan dengan pembakar spiritus lalu catat perubahan warna yang terjadi
4.        Apabila mengandung gula, bahan ini akan menunjukkan endapan berwarna merah bata
Kegiatan 5 : Uji Protein
1.        Masukkan 2 ml urin ke dalam tabung reaksi
2.        Tambahkan 5 tetes larutan Biuret, biarkan kira-kira 5 menit
3.        Amati perubahan warna yang terjadi
4.        Apabila mengandung protein maka akan berwarna ungu




Hasil Pengamatan
            A’ani Iqbal Futuhi
No
Pengujian
Urin Awal
Urin akhir
Hasil
1.
pH
-
Kuning Bening
7
2.
Bau amonia
Pesing biasa
Pesing berkurang
Mengandung amonia
3.
Kandungan Klorida
Kuning bening
Putih pekat ada endapan
Mengandung klorida
4.
Uji glukosa
Kuning bening, setelah ditetesi Fahling A dan Fahing B menjadi hijau tosca
Setelah direbus menjadi coklat
Tidak mengandung glukosa
5.
Uji Proten
Kuning bening
Hijau tosca
Tidak mengandung protein

Diana Lestari
No
Pengujian
Urin Awal
Urin akhir
Hasil
1.
pH
-
Kuning Bening
6
2.
Bau amonia
Pesing biasa
Pesing menyengat
Mengandung amonia
3.
Kandungan Klorida
Kuning bening
Putih keruh
Mengandung klorida
4.
Uji glukosa
Kuning bening, setelah ditetesi Fahling A dan Fahing B menjadi hijau tosca
Setelah direbus menjadi coklat
Tidak mengandung glukosa
5.
Uji Proten
Kuning bening
Hijau tosca
Tidak mengandung protein

Nadhila Ayu Deaprilia
No
Pengujian
Urin Awal
Urin akhir
Hasil
1.
pH
-
Kuning Bening
6
2.
Bau amonia
Pesing biasa
Pesing menyengat
Mengandung amonia
3.
Kandungan Klorida
Kuning bening
Putih keruh ada endapan
Mengandung klorida
4.
Uji glukosa
Kuning bening, setelah ditetesi Fahling A dan Fahing B menjadi hijau tosca
Setelah direbus menjadi coklat
Tidak mengandung glukosa
5.
Uji Proten
Kuning bening
Hijau tosca
Tidak mengandung protein

Rexy Lintar Sakti
No
Pengujian
Urin Awal
Urin akhir
Hasil
1.
pH
-
Kuning Bening
7
2.
Bau amonia
Pesing biasa
Pesing berkurang
Mengandung amonia
3.
Kandungan Klorida
Kuning bening
Putih keruh
Mengandung klorida
4.
Uji glukosa
Kuning bening, setelah ditetesi Fahling A dan Fahing B menjadi hijau tosca
Setelah direbus menjadi coklat
Tidak mengandung glukosa
5.
Uji Proten
Kuning bening
Hijau tosca
Tidak mengandung protein

Wulan Khoirul
No
Pengujian
Urin Awal
Urin akhir
Hasil
1.
pH
-
Kuning Bening
7
2.
Bau amonia
Pesing biasa
Pesing menyengat
Mengandung amonia
3.
Kandungan Klorida
Kuning bening
Putih keruh
Mengandung klorida
4.
Uji glukosa
Kuning bening, setelah ditetesi Fahling A dan Fahing B menjadi hijau tosca
Setelah direbus menjadi coklat
Tidak mengandung glukosa
5.
Uji Proten
Kuning bening
Hijau tosca
Tidak mengandung protein


Analisis Data :
            A’ani Iqbal F.
                        pH urin = 7 menunjukkan bahwa urin tersebut netral. Sedangkan bau pesing yang berkurang dari urin awal setelah urin dipanaskan menandakan bahwa diladam urin mengandung ammonia, namun dalam jumlah yang sedikit. Kemudian warna urin yang berubah menjadi keruh setelah ditetesi larutan AgNO3 berarti didalam urin terdapat kandungan klorida. Lalu warna urin yang berubah menjadi warna coklat setelah ditetesi Fahling A dan Fahling B dan dipanaskan menunjukkan bahwa urin tidak mengandung glukosa. Dan warna urin yang berubah menjadi warna hijau tosca setelah ditetesi larutan biuret menunjukkan bahwa urin tidak mengandung protein.
            Diana Lestari
                        pH urin = 6 menunjukkan bahwa urin tersebut terlalu asam. Sedangkan bau pesing yang berkurang dari urin awal setelah urin dipanaskan menandakan bahwa diladam urin mengandung ammonia, namun dalam jumlah yang sedikit. Kemudian warna urin yang berubah menjadi keruh setelah ditetesi larutan AgNO3 berarti didalam urin terdapat kandungan klorida. Lalu warna urin yang berubah menjadi warna coklat setelah ditetesi Fahling A dan Fahling B dan dipanaskan menunjukkan bahwa urin tidak mengandung glukosa. Dan warna urin yang berubah menjadi warna hijau tosca setelah ditetesi larutan biuret menunjukkan bahwa urin tidak mengandung protein.
            Nadhila Ayu Deaprilia
                        pH urin =6 menunjukkan bahwa urin tersebut terlalu asam. Sedangkan bau pesing yang berkurang dari urin awal setelah urin dipanaskan menandakan bahwa diladam urin mengandung ammonia, namun dalam jumlah yang sedikit. Kemudian warna urin yang berubah menjadi keruh setelah ditetesi larutan AgNO3 berarti didalam urin terdapat kandungan klorida. Lalu warna urin yang berubah menjadi warna coklat setelah ditetesi Fahling A dan Fahling B dan dipanaskan menunjukkan bahwa urin tidak mengandung glukosa. Dan warna urin yang berubah menjadi warna hijau tosca setelah ditetesi larutan biuret menunjukkan bahwa urin tidak mengandung protein.
            Rexy Lintar Sakti
                        pH urin = 7 menunjukkan bahwa urin tersebut netral. Sedangkan bau pesing yang berkurang dari urin awal setelah urin dipanaskan menandakan bahwa diladam urin mengandung ammonia, namun dalam jumlah yang sedikit. Kemudian warna urin yang berubah menjadi keruh setelah ditetesi larutan AgNO3 berarti didalam urin terdapat kandungan klorida. Lalu warna urin yang berubah menjadi warna coklat setelah ditetesi Fahling A dan Fahling B dan dipanaskan menunjukkan bahwa urin tidak mengandung glukosa. Dan warna urin yang berubah menjadi warna hijau tosca setelah ditetesi larutan biuret menunjukkan bahwa urin tidak mengandung protein.
            Wulan Khoirul R.
pH urin = 7 menunjukkan bahwa urin tersebut netral. Sedangkan bau pesing yang berkurang dari urin awal setelah urin dipanaskan menandakan bahwa diladam urin mengandung ammonia, namun dalam jumlah yang sedikit. Kemudian warna urin yang berubah menjadi keruh setelah ditetesi larutan AgNO3 berarti didalam urin terdapat kandungan klorida. Lalu warna urin yang berubah menjadi warna coklat setelah ditetesi Fahling A dan Fahling B dan dipanaskan menunjukkan bahwa urin tidak mengandung glukosa. Dan warna urin yang berubah menjadi warna hijau tosca setelah ditetesi larutan biuret menunjukkan bahwa urin tidak mengandung protein.

Pertanyaan
  1. Jelaskan kandungan urin manusia ?
Ø  a. Urea (25-30 gram) merupakan hasil akhir dari metabolisme protein pada mamalia.
b. Amonia, pada keadaan normal terdapat sedikit dalam urin segar. Pada penderita diabetes millitus, kandungan amonia dalam urinnya sangat tinggi.
c. Kreatinin dan kreatin (kreatinin : produk pemecahan kreatin), normalnya 20-26 mg/kg pada laki-laki, dan 14-22 mg/kg pada perempuan.
d. Asam amino: hanya sedikit dalam urin. Pada penderita penyakit hati yang lanjut karena keracunan, maka jumlah asam amino yang diekskresikan meningkat.
e. Klorida (terutama NaCl), pengeluarannya tergantung dari masukan.
f. Sulfur, berasal dari protein yang mengandung sulfur pada makanan.
g. Fosfat di urin adalah gabungan dari natrium dan kalium fosfat, berasal dari makanan yang mengandung protein berikatan denagn fosfat.
h. Oksalat dalam urin rendah. Pada penderita hiperoksaluria jumlah oksalat relatif tinggi.
i. Mineral: Na, Ca, K, Mg ada sedikit dalam urin.
j. Vitamin, hormon dan enzim dalam urin sedikit.
  1. Berdasarkan hasil pengujian di atas, bagaimanakah sifat-sifat urin yang diuji ?
Ø  Dari uji pH terdapat urin yang bersifat asam maupun netral.
  1. Tuliskan kelainan yang dapat kamu ketahui dari haril pemeriksaan urin tersebut !
Ø  -Diabetes mellitus
Ø  Glikosuria
Ø  Albuminuria
Ø  Diabetes Insipidus
  1. Faktor-faktor apa saja yang dapat menyebabkan hal itu ? Jelaskan !
Ø  Diabetes mellitus
Diabetes militus adalah penyakit yang disebabkan pankreas tidak menghasilkan atau hanya menghasilkan sedikit insulin. Insulis : hormon yang mampu mengubah glukosa menjadi glikogen sehingga mengurangi kadar gula dalam darah. Selain itu, Insulis juga membantu jaringan tubuh menyerap glukosa sehingga dapat digunakan sebagai sumber energi. Diabetes militus juga dapat terjadi jika sel-sel di hati, otot, dan lemak memiliki respons rendah terhadap insulin. Kadar glukosa di urin penderita diabetes militus sangat tinggi. Ini menyebabkan sering buang air kecil, cepat haus dan lapar, serta menimbulkan masalah pada metabolisme lemak dan protein.
Ø  Glikosuria
Glikosuria adalah ditemukannya glukosa pada urin. Adanya glukosa dalam urin menunjukkan adanya kerusakan pada tabung ginjal.
Ø  Albuminuria
Albuminuria adalah ditemukannya albumin pada urin. Adanya albumin dalam urin merupakan indikasi adanya kerusakan pada membran kapsul endotelium. Selain itu dapat juga disebabkan oleh iritasi sel-sel ginjal karena masuknya substansi seperti racun bakteri, eter, atau logam berat.
Ø  Diabetes Insipidus
Diabetes Insipidus adalah penyakit yang menyebabkan penderita mengeluarkan urin terlalu banyak. Penyebabnya adalah kekurangan hormon ADH (dihasilkan oleh kelenjar hipofisis bagian belakang). Jika kekurangan ADH, jumlah urin dapat naik 20-30 kali lipat dari keadaan normal.
  1. Bagaimanakah cara menghindari kelainan tersebut ?
Ø  Diabetes mellitus
Dengan cara menghindari makanan yang mengandung gula, menyuntikkan hormon insulin, memperbaiki system prankreas, berolahraga secara teratur, tidak merokok, jangan terlalu memikirkan sesuatu hal terlalu serius.
Ø  Glikosuria
Menghindari makanan yang mengandung gula dan berolahraga secara teratur.
Ø  Albuminuria
Dengan cara menghindari makanan yang mengandung protein, dan berolahraga secara teratur.
Ø  Diabetes Insipidus
Menyuntikkan hormone ADH dan berolahraga secara teratur.
  1. Jika kelainan tersebut diderita seseorang,apakah yang sebaiknya dilakukan ?
Ø  Memeriksakannya ke dokter, selalu berfikir untuk sembuh dari penyakit tersebut.
Kesimpulan
            Berdasarkan percobaan kelompok kami  dapat disimpulkan bahwa di dalam urin yang sehat terdapat  urea,amonia, garam dan air.













Tidak ada komentar:

Posting Komentar